KUA SINGKUT; GELAR KEGIATAN BRUS, CEGAH PERNIKAHAN DINI DAN KENAKALAN REMAJA.
Singkut. Kantor Urusan Agama (KUA) Singkut melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang bertempat di MAS Nurul Iman Desa Siliwangi Singkut, Senin 27/4/2026.
Kegiatan BRUS ini bertujuan untuk memberikan edukasi dini kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga diri dari pergaulan bebas dan mempersiapkan masa depan yang gemilang.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala KUA Singkut yang di wakili oleh Penghulu KUA Singkut Puji Handoko, S. Sos.I Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa usia remaja adalah fase krusial yang menentukan arah masa depan bangsa. “Melalui program BRUS ini, kita ingin menanamkan pondasi karakter yang kuat agar para siswa tidak terjerumus pada hal-hal negatif dan lebih fokus pada prestasi belajar,” ujar beliau.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah MAS Nurul Iman, Aisah Pohan, ST, yang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif KUA Singkut. Beliau berharap materi yang disampaikan dapat menjadi benteng bagi siswa-siswi dalam bergaul, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pemaparan materi mengenai “Kenakalan Remaja dan Tantangan Masa Kini” yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Yazid Syafi’i, S.Ag, M.Pd Dalam sesi tersebut, beliau memaparkan berbagai bentuk kenakalan remaja yang marak terjadi saat ini serta dampaknya terhadap masa depan dan kesehatan mental.
“Remaja harus mampu memfilter pengaruh dari media sosial dan lingkungan. Kenakalan remaja bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi juga mencoreng nama baik keluarga dan sekolah,” tegasnya.
Tercatat ada empat materi utama yang disampaikan oleh para penyuluh KUA Singkut: Ramdani, S. HI membawakan materi tentang remaja bijak mengelola emosi; Vevi Amelia, S, sy. MH membahas remaja sehat; Siti Karomah, S.Sos. I menyampaikan materi “Pernikahan Dini”; dan Siti Duriah, staf KUA SIngkut, menutup sesi dengan materi bertajuk “Bahaya Stunting”.
Kehadiran tim lengkap ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan konsultasi yang komprehensif bagi siswa, baik dari sudut pandang hukum agama maupun regulasi perkawinan di Indonesia, guna mencegah terjadinya pernikahan dini akibat pergaulan bebas.
Diskusi berlangsung secara interaktif dan antusias. Para siswa diajak untuk berdialog mengenai permasalahan yang sering mereka temui sehari-hari. Dengan adanya kegiatan ini, KUA Singkut berharap dapat mewujudkan generasi muda di Kecamatan Singkut yang religius, berkarakter, dan memiliki rencana masa depan yang matang sesuai dengan moto: “Sekolah Dulu, Berkarya Dulu, Baru Nikah.”
Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi, di mana para peserta mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru terkait tantangan yang dihadapi remaja, terutama mengenai bahaya pernikahan anak. Sebagai penutup, para peserta mendeklarasikan kesiapan menjadi remaja Islami serta komitmen untuk menolak pernikahan usia anak.
Rd. KUA Singkut





By.Humas Kua Singkut


Tinggalkan Balasan